ANALISIS TEKNIKAL

Analisis teknikal adalah analisis yang mentitikberatkan pada data-data pasar yang dapat mempengaruhi pergerakan harga suatu sekuritas atau saham tertentu. Data-data pasar yang dimaksud adalah volume perdagangan, aliran dana yang masuk dan keluar, dan data harga historis. Dari esensinya, dapat dikatakan analisis teknikal tidak melihat kondisi fundamental badan usaha.
Analisis teknikal dapat dikatakan analisis yang “terlambat”. Dikatakan seperti itu karena analisis teknikal hanyalah analisis yang mengikuti tren harga dari suatu saham atau sekuritas tertentu. Lantas siapakah yang menciptakan tren harga? Jawabannya bisa siapa saja, asalkan pihak tersebut memiliki dana yang cukup besar untuk menggerakkan pasar. Bisa saja investor asing, perusahaan investasi, sekelompok masyarakat, investor individu, atau bahkan perusahaan yang memperjual belikan sahamnya sendiri. Nah, dari sini kita bisa menangkap kesimpulan kalau analisis teknikal hanyalah analisis yang “ikut-ikutan” saja. Karena hanya “ikut-ikutan”, maka tidak ada analisis teknikal yang dapat menunjukkan sinyal beli di titik terendah dan jual di titik tertinggi. Analis teknikal hanya fokus pada pergantian tren, jika tren sudah berganti baru para analis tersebut mengambil posisi.
Karena data yang diolah relatif lebih sedikit dibanding analisis fundamental, maka analisis teknikal lebih praktis untuk dilakukan. Selain itu ada program-program komputer canggih yang dapat membantu anda dalam menganalisis harga. Namun praktis bukan berarti mudah. Dibutuhkan pemahaman yang kompleks dalam memahami dasar-dasar analisis teknikal sebelum menerapkannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: