RSI

Jangan samakan RSI (Relative Strength Index) ini dengan Relative Strength biasa. Mereka adalah dua indikator yang berbeda yang memiliki fungsi berbeda pula. Pada posting saya ini, akan dibahas tentang RSI bukan Relative Strength.
Relative Strength adalah indikator yang didapat dengan membandingkan harga antara dua sekuritas. Sedangkan pada RSI (Relative Strength Index), indikator ini membandingkan kekuatan tren pada satu sekuritas saja. RSI ini dibentuk dengan membandingkan rata-rata poin yang diperoleh pada harga ditutup lebih tinggi dari hari sebelumnya dibanding dengan rata-rata poin yang hilang karena harga ditutup lebih rendah pada hari sebelumnya selama periode tertentu. Jadi jika terdapat RSI 14, maka anda harus mencari berapa rata-rata 14 hari dari poin yang didapat karena harga ditutup lebih tinggi dari hari sebelumnya dan berapa rata-rata 14 hari dari poin yang hilang karena harga ditutup lebih rendah dari hari sebelumnya. Kemudian perbandingan tersebut disajikan dalam bentuk rasio. Supaya lebih mudah, anda dapat klik disini untuk melihat rumus dari RSI.
RSI ini dibuat dalam bentuk rasio tertenu sehingga nilainya hanya akan bergerak pada range 0-100 saja. RSI sangat baik dalam menentukan lokasi overbought dan oversold pada sebuah saham. Jika dibandingkan dengan momentum, RSI ini akan terlihat sedikit lebih smooth. Cara membaca RSI ini juga sama dengan momentum, dimana anda harus menentukan terlebih dahulu daerah overbought dan oversold dari saham anda. Welles Wilder pencipta dari RSI ini menyarankan agar anda memakai batas 30 dan 70 untuk kondisi overbought dan oversold. Tapi tentu saja imbauan tersebut bukanlah sesuatu yang baku. Dengan fitur back test anda bisa mendapatkan zona overbought dan oversold yang lebih baik pada RSI anda. Jika sedang dalam kondisi bull yang sangat kuat, tidak jarang zona overb

 

ought akan merenggang di atas level 80.  Cara membaca sinyal sell dan buy masih sama dengan momentum.
Karena lebih smooth, tidak jarang RSI juga membentuk chart pattern yang terkadang sangat berguna untuk mengambil posisi buy atau sell. Contohnya bisa diihat dari chart CPIN di bawah ini :
Pada gambar pertama terdapat pola triple top yang kemudian dikonfirmasi dari sinyal sell moving average dan pada gambar kedua terdapat pola head and shoulder yang dikonfirmasi sinyal buy dari dipotongnya garis trend line. Meski anda dapat menentukan chart pattern dari RSI, jangan sekali-kali bertrading dengan melawan tren yang ada! Tentukan dulu pembalikan tren yang ada dengan metode analisis tren sederhana seperti menggunakan moving average atau garis tren. Jika anda merasa kurang smooth, anda dapat memoving averagekan RSI anda sehingga akan tampak lebih smooth lagi. Bagi anda yang menggunakan Metastock, tinggal klik disini untuk membuat RSI anda. Good Luck…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: