ADVANCE DECLINE LINE

Advance Decline Line – Metode Efektif untuk Memprediksi Market

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu cabang dalam analisis momentum yang cukup populer dengan nama Advance Decline Line (A/D Line). AD Line ini dalam beberapa buku analisis teknikal dikategorikan sebagai breadth oscillator. Breadth oscillator ini sebenarnya mempunyai prinsip yang sama degan momentum, hanya saja objek yang diamati berbeda. Jika dalam momentum kita dapat menganalisis semua objek harga (harga saham BUMI, BBCA, dan lain-lain), sedangkan dalam breadth oscillator kita hanya dapat menganalisis market secara keseluruhan yang secara umum gambarannya dapat kita peroleh melalui Indeks Harga Saham.
Nah untuk lebih jelasnya, mari kita langsung bahas saja mengenai AD Line ini. Dalam AD Line kita disini harus mengamati seluruh saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan mencatat saham mana yang ditutup lebih tinggi dari perdagangan sehari sebelumnya serta mana yang ditutup lebih rendah. Memang saya akui agak merepotkan, tapi jika anda punya data yang lengkap dalam bentuk excel tentu tidak sulit untuk membuatnya. Jika data sudah siap, selanjutnya AD Line dapat dibuat dengan rumus :
(jumlah saham yang ditutup lebih tinggi – jumlah saham yang ditutup lebih rendah) + nilai AD Line sebelumnya
Rumusnya sangat simpel bukan… Tentu jika anda pertama kali memuat AD Line, maka anda tidak akan memiliki nilai AD Line sebelumnya kan… Oleh karena itu untuk perhitungan pertama kali dalam rumus ini, cukup berhenti sampai pada pengurangan jumlah saham yang ditutup lebih tinggi dan ditutup lebih rendah.
Anda dapat menggunakan AD Line ini untuk memprediksi pergerakan Indeks Harga Saham. Dengan mengetahui pergerakan mayoritas saham, kita dapat lebih mudah untuk memprediksi arah pergerakan tren IHSG di masa depan. Jika seandainya banyak saham yang bergerak ditutup lebih rendah dari harga penutupan sehari sebelumnya sedangkan IHSG bergerak masih dalam tren positifnya, maka ini tentu sinyal waspada bagi IHSG. Kemungkinan besar, IHSG akan mengakhiri tren positifnya.
Hal tersebut wajar, karena jika suatu kondisi pasar sedang tidak bagus umumnya para investor dan trader akan menjual saham-saham yang kurang baik terlebih dahulu. Umumnya saham-saham yang kurang baik adalah saham-saham yang berkapitalisasi pasar kecil. Sedangkan saham-saham blue chip akan ditahan lebih lama. Saham-saham blue chip dan berkapitalisasi pasar besar inilah yang cenderung memliki kekuatan lebih dalam menggerakkan IHSG karena indeks kita dibentuk berdasarkanmarket capitalization weighted average. Berikut adalah contohnya :
 
Dalam gambar di atas nampak bahwa chart IHSG masih meneruskan tren positif, sedangkan tren pada AD Line sudah mulai menurun. Bebrapa minggu setelah itu nampak akhirnya IHSG mulai masuk dalam tren sideways yang cukup panjang.
Kelemahan AD Line ini adalah memprediksi pergantian tren pada akhir tren bearish. AD Line cenderung terlambat bergerak jika dibandingkan dengan IHSG. Hal ini wajar terjadi karena orang-orang cenderung membeli saham-saham blue chip yang berkapitalisasi pasar besar (dan jumlahnya sedikit) jika market sedang bagus sehingga indeks terangkat duluan dan AD Line masih dalam tren bearish. Berikut adalah contohnya:
 
 AD Line ini sangat membantu buka? Jika anda menggunakan Metastock, anda dapat membuatnya dengan mudah asalkan anda memiliki data pergerakan harga saham selama beberapa periode dalam bentuk file excel. Kemudian anda tinggal mencopy data anda di The Downloader pada Metastock. Sayangnya saya hanya punya data dengan format excel ini dari tanggal 19 Mei 2010 saja. Sebelum tanggal itu, saya tidak memiliki format excelnya. Jika ada dari pembaca sekalian yang bersedia membantu, tentu saya akan sangat berterimakasih. Saya akan terus update setiap hari untuk perkembangan AD Line ini nantinya.  Semoga dapat membantu anda semua. Good Luck…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: