GAP

Gap ini bukan nama sebuah merk pakaian lo… Hahaha… Gap adalah celah kosong yang terjadi akibat tidak adanya perdagangan pada level tersebut. Gap up berarti harga dibuka lebih tinggi dari titik tertinggi (high) sebelumnya sehingga meninggalkan celah dan selama hari perdagangan tidak ada transaksi pada celah tersebut. Gap down adalah kebalikan dari gap up dimana harga dibuka lebih rendah dari titik terendah (low) sebelumnya sehingga meninggalkan celah dimana selama hari perdagangan tidak ada transaksi pada celah tersebut. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat gambar berikut :
 Jika dilihat dari tingkat sigifikansinya maka gap akan dibagi menjadi 4 (beberapa buku analisis teknikal hanya membaginya menjadi 3), yakni breakout gap, continuous gap, exhaustion gap, dan common gap. Breakout gap adalah gap yang terjadi umumnya pada saat harga break dari chart pattern-nya. Ciri-cirinya adalah gap ini disertai dengan volume tinggi dan tidak akan tertutup untuk jangka waktu yang cukup lama. Berikut adalah salah contohnya :
 
Continuous gap adalah gap yang muncul ditengah-tengah tren yang sedang berlangsung. Biasanya kemunculan ini disertai dengan volume yang tinggi pula dan muncul pada tengah-tengah terjadinya sebuah tren. Berikut adalah salah satu contohnya :
Sedangkan untuk Exhaustion gap adalah gap yang terbentuk pada akhir tren. Umumnya gap ini muncul dengan disertai dengan tingkat volatilitas yang tinggi pada hari tersebut tapi volume perdagangan tidak naik signifikan.
 
Yang paling terakhir adalah common gap atau gap yang biasa terjadi dan tidak memiliki nilai prediksi apapun. Biasanya gap semacam ini sering muncul pada saham-saham yang harganya cukup mahal. Gap semacam ini juga akan dengan cepat tertutup, biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja untuk menutupnya.
Ada sedikit tips jika anda berjumpa dengan gap-gap seperti yang sudah dibahas di atas. Gap adalah salah satu titik yang paling ampuh dalam menentukan support atau resistance dari pergerakan harga. Hal ini terjadi karena hampir selalu gap tertutup, entah cepat atau lambat. Hal inilah yang memebuat titik sekitar gap menjadi titik support dan resistance yang ampuh.
 
Terlihat dari gambar di atas bahwa gap yang terjadi di TLKM pada 18 Maret 2009 menjadi support yang sempurna. Dengan contoh ini anda dapat menggunakan gap sebagai target price anda. Gap yang dapat digunakan sebagai target price adalah gap yang sudah cukup lama tidak tertutup. Namun tetap gunakanlah indikator-indikator lain untuk membantu anda menentukan arah dari tren. Good Luck…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: