SUPPORT & RESISTANCE

Pasti anda sudah cukup familiar dengan kedua istilah di atas dalam dunia analisis teknikal. Support dan resistance merupakan salah satu hal yang paling dasar dalam analisis teknikal. Dengan memahami betul mengenai support dan resistance ini, seorang trader tentu akan lebih mudah untuk menentukan target price dari tradingnya dan juga akan lebih mudah dalam menentukan pergerakan selanjutnya dari sebuah tren.
Nah, lantas apa yang dikatakan sebagai support dan resistance itu sendiri? Support adalah suatu titik tempat terhentinya pergerakan harga yang menurun yang diakibatkan tekanan beli jauh lebih tinggi dibanding tekanan jual. Sedangkan resistance adalah sebaliknya, yakni sebuah titik terhentinya pergerakan harga yang menanjak yang disebabkan karena tekanan jual lebih tinggi dibanding tekanan beli.
 
Titik support dan resistance pada gambar di atas ditandai dengan garis merah. Titik support yang tertembus akan menjadi resistance dan titik resistance yang tertembus akan menjadi support. Titik support ataupun resistance ini merupakan titik yang sangat penting, karena mencerminkan titik psikologis para investor dalam market. Titik support yang tertembus, menandakan tren bearish akan segera terjadi. Sedangkan resistance yang tertembus, menandakan tren bullish akan segera terjadi. Baik support maupun resistance ini dapat sebagai indikasi dari trend reversal (berbaliknya tren), trend continutation (berlanjutnya tren), atau bahkan sideways. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mari kita bahas satu persatu…
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa support adalah titik perhentian sementara dari tren yang menurun. Support yang berakhir dengan trend continuation bisa terjadi karena aksi beberapa investor yang tidak well informed sehingga melakukan aksi beli karena harga dianggap cukup murah untuk dibeli. Aksi beli yang mereka lakukan akhirnya mengangkat harga hingga titik tertentu, umumnya hal ini disertai volume yang tinggi dan disebabkan hembusan rumor yang belum sebenarnya belum tentu benar. Seandainya titik dimana mereka buy adalah Rp 300. Setelah harga terangkat sampai pada titik Rp 320, dimana tidak ada lagi permintaan di pasar maka harga akan turun perlahan. Setelah mereka tahu bahwa mereka salah posisi, mereka akan mulai menjual saham-saham mereka sehingga downtrend akan berlanjut kembali. Berikut contohnya pada INCO :
 
Jika support yang merupakan titik dari berbaliknya tren dapat terjadi karena memang disebabkan oleh berbaliknya kondisi suatu saham menjadi sangat baik. Hal ini membuat investor yang well informed melakukan aksi beli cukup banyak yang akhirnya membuat harga berhenti dari downtrendnya menjadi uptrend. Misalnya saja titik support pada kasus ini adalah Rp 500. Terkadang titik Rp 500 ini akan tersentuh selama beberapa kali sebelum akhirnya harga melaju ke atas. Hal ini terjadi karena investor yang tidak well informed, begitu melihat harga naik dia akan menjual sahamnya untuk mengambil keuntungan yang ada. Melihat harga kembali ke titik Rp 500 lagi, investor yang well informed melihat ini sebuah kesempatan untuk menambah stok sahamnya, maka dia akan memulai untuk melakukan aksi buy dan harga akan kembali terangkat. Berikut contohnya pada BBTN :
 
Sedangkan untuk resistance sebenarnya sama saja dengan support, hanya saja resistance kebalikan dari support. Pada resistance yang mengindikasikan trend continuation, aksi ini didominasi oleh investor yang tidak well informed. Karena begitu melihat harga naik, mereka akan cepat-cepat menjual saham mereka untuk merealisasikan keuntungan yang ada. Sebut saja titik tertinggi untuk resistance ini ada pada Rp 750. Setelah para investor yang tidak well informed menjual saham-saham mereka dan harga terkoreksi ke level Rp 700, investor yang well informed merasa ini peluang bagus untuk menambah posisi sehingga mereka mulai melakukan aksi beli yang membuat harga kembali terangkat ke atas. Ketika harga menembus level Rp 750, maka para investor yang terlanjur menjual saham-sahamnya pada level tersebut akan merasa sayang dan kembali membeli saham tersebut yang pada akhirnya membuat volume perdagangan meningkat. Berikut adalah contoh dari resistance BMTR.
 
Jika resistance yang diakhiri dengan trend reversal, maka hal ini lebih disebabkan oleh pergantian kondisi suatu saham. Jarang sekali harga akan menguji lagi resistance tersebut, umumnya harga akan lansung turun dengan cepat. Berbeda dengan support yang dimana harga cenderung bergerak lambat jika terjadi trend reversal. Anda juga dapat membaca artikel tentang volume untuk dapat memahami pemahaman yang luas mengenai ini. Berikut adalah contoh dari resistance INCO :
 
Sedangkan kondisi sideways umumnya tercipta dari kekuatan yang sama antara pembeli dan penjual sehingga harga akan akan bergerak dalam range tertentu. Pada kondisi sideways, sangat dimungkinkan tercipta lebih dari satu support dan resistance. Hal ini mengeindikasikan tidak menentunya kondisi suatu saham yang bisa diakibatkan banyak hal. Berikut contohnya pada CTRA :
Nah, sekarang kita harus dapat mengenali support atau resistance yang signifikan untuk diperhitungkan dan bagaimana memprediksi support dan resistance berikutnya.
Untuk memperkirakan dimana letak support dan resistance berikutnya, anda dapat menggunakan beberapa cara sebagai berikut :
Nominal yang bulat
Pernahkan anda mendengar ada beberapa orang yang mengatakan hal seperti ini : “saya akan jual saham saya kalau harganya sudah Rp 3000″ atau “saya akan beli saham XXXX kalau harganya sudah Rp 2000″. Oleh karena itu waspadalah terhadap angka-angka bulat. Siapa tahu anda cukup beruntung menemukan support dan resistance terbaik.
Moving average
Terkadang support dan resistance tercipta tepat pada garis moving average dengan periode tertentu. Oleh karena itu anda dapat mencoba melakukan tes terhadap tren saham anda dengan moving average untuk menemukan periode yang terbaik.
Percentage Retracement
Retracement ini adalah salah satu jargon dalam dunia analisis teknikal. Retracement mungkin dapat juga disebut koreksi. Umumnya harga akan koreksi sebesar 30 sampai 50 persen dari panjang tren. Panjang tren dapat anda ukur dari titik terendah sampai titik tertinggi tren. Anda juga dapat menggunakan fibonacci retracement sebagai alat bantu jika anda suka.
Nah sekarang mari kita bahas beberapa tips tentang support dan resistance yang cukup signifikan untuk diperhatikan. Jika anda menemukan support atau resistance dengan salah satu ciri-ciri sebagai berikut anda perlu waspada :
Volume yang Tinggi
Semakin tinggi volume pada saat terjadinya support atau resistance semakin signifikan.
Disertai Gap
Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya tentang gap, bahwa gap adalah titik support dan resistance yang baik.
Harga Rally dengan Kencang Setelah Terjadi Support dan Resistance
Jika harga rally semakin kencang semakin signifikan titik support dan resistance-nya. Hal ini dapat anda kenali dari chart patternnya. Jika membentuk huruf “V” atau “V” terbalik maka titik support dan resistance-nya semakin signifikan.
Disentuh Beberapa Kali
Semakin banyak disentuh, berarti semakin signifikan titik tersebut untuk dijadikan support atau resistance.
Disertai dengan Pola Japanese Candlestick
Jika anda menemukan pola japanese candlestick, semakin signifikan titik support dan resistance-nya. Tapi tetap hati-hati, karena tidak semua candlestick signifikan.
Semoga artikel ini dapat membantu anda untuk lebih memahami support dan resistance dengan lebih jelas. Good Luck…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: